Wahai Pejuang Qur’an, Engkau Terus Dikenang

Mengenang Salah Satu Murid Terbaik Rumah Quran Daarul Hikmah, Dwi Maratus Sholihah Allah Yarhamha. Belum genap tujuh tahun yang lalu, duduk di antara deretan para pecinta ilmu. Terlihat wajahnya yang sayu namun penuh dengan cahaya harapan. Ia ingin membuktikan cintanya pada Al-Quran. Dia wakafkan jiwa raga dan citanya untuk berikhtiyar memulai menyimpan Al-Quran dalam kepalanya. Di sisa usia yang diyakininya tidak terlalu lama.

Ada Harapan dan nazar yang ia sampaikan pada Allah yang menurunkan Al-Quran : “jika kelak dia sembuh dari sakit di kepalanya, ia akan menghafal dan berusaha dengan segala upaya menyimpan ayat ayat Allah di dalam kepalanya”.

“Kenapa anda ingin menghafal Quran?” Ini pertanyaan awal untuk setiap santri yg ikut dalam wawancara seleksi santri baru. “Saya punya nazar Ustadz, Saya punya nazar ingin hidup bersama Quran di sisa hidup saya, saya ingin mulai dengan menghafalkannya jika Allah perkenankan.” Begitulah harapan dalam jiwanya melayang melangit tinggi.

Selama menjadi santri, tidak kenal waktu, setiap malam dan pagi hari dia datang mengetuk pintu. Bersimpuh dalam ruang tamu. Menyetorkan ayat demi ayat yang berhasil dia himpun dalam ingatan kepalanya. Meski masih terbata dan berat terasa menyimpan ayat amanah Allah yg berat tak kepalang yang pernah dibawa langit bumi dan gegunung pun merasa beban. Kini sekuat tenaga ditampung dalam kepala yang setahun lalu pernah dibongkar, dalam pengobatan operasi tumor otak dalam kepalanya. Kini masih tersimpan selang medis di dalam balik batok kepalanya yang dokter simpan memanjang melewati leher hingga perutnya demi ikhtiyar menyambung harapan untuk bisa memperpanjang usia taatnya dalam mengisi sisa hidup yg mungkin tak terlalu lama.

Harapan dan nazarnya itu Allah mudahkan. Setelah genap satu tahun. Dia telah menyetorkan seluruh Alquran. Di setiap bulan tak luput dia baca setiap juz demi juznya sebagai ujian bulanan. Semangat cinta ilmunya semakin membara. Selain mengulang setoran yang telah ia dapatkan, ia diberi tugas untuk menjadi pendamping santri adik-adik tingkatnya sebagai musyrif di rumah Quran Kibar Indonesia dan Rumah Quran Daarul Hikmah Rajabasa. Membimbing halaqah halaqah quran di banyak tempat sebagai pengabdiannya pada Quran menghiasi seluruh waktunya. Juga hasil inisiasinya bersama teman-teman yg lain, sebagai amal jariyah yang akan mengalir kelak sampai hari kebangkitan; Komunitas Forum Generasi Qurani dia bentuk, sebagai wadah para pecinta quran menjaga hafalan.

Namanya harum terkenang sepanjang masa sebagai Muaddib di Sekolah Adab Insan Mulia Bandar Lampung. Dikenang oleh banyak muridnya sebagai guru dan muaddib teladan. Jiwanya tegas dan punya integritas. Komitmen dan ulet tak terbayang.

Dia keluar dari rumahnya saat masih pagi buta, memacu motor bututnya mengejar waktu sebelum pukul 06.00 tiba. Berpuluh kilo jarak memecah dinginnya udara berkah setiap subuh merekah. Sebab nun jauh di ruangan sempit namun meluas samudra harapan peradaban telah menunggunya anak-anak sekolah Adab Insan Mulia. Dia mengajarkan adab iman dan ilmu menanamkan nilai nilai alquran. Curahan motivasi, inspirasi dan tetesan hikmah sangat berharga bagi hidup anak2 didiknya kelak. Jalanan Natar – Bandar Lampung telah dia abadikan sebagai saksi perjuangan pergi dan pulang membawa perjuangan Alquran perjuangan Peradaban.

Dia tinggalkan rumahnya meski beban berat menggelayuti pikiran dalam kepalanya. Beban ummat dan murid muridnya. Beban peradaban yg semakin berat dipikulnya. 19 bulan yang lalu, ibunya tercinta telah meninggalkannya untuk selamanya saat pandemi covid ditakuti oleh seluruh manusia di dunia. Mungkin semua kita tidak terlalu lama juga akan mendengarkan berita duka yg sama. Tinggallah kita berbekal menuju alam yg abadi selamanya.

Jika subuh buta dia melandas, selepas maghrib dia baru tiba kembali di rumah tuanya. Rumah kenangan bersama ibunda yg telah menunggunya di surga. Tidak selesai dia beramal mengabadikan usianya untuk terus dikenang. Dia masih berjibaku bersama muridnya anak-anak kampung menerima setoran hafalan mengajarkan lafadz ayat dan huruf demi huruf Al quran. Dia enyahkan letih badannya yg ringkih, terseret-seret citanya yg tinggi di surga firdaus. Masjid di kampungnya tumbuh, hidup hingga tengah malam dengan riuhnya anak-anak belajar Alquran.

Rasa sakit di kepalanya hebat. Seperti sakit yang tujuh tahun lalu pernah ia rasakan. Dia roboh saat mengajar quran dalam halaqah. Saat yang paling indah seperti sahabat Utsman bersama Quran. Mengakhiri usianya yg baru duapuluh tujuh tahun. Ia jatuh terbaring tak sadarkan tak kuasa menahan beban sakit di kepalanya bagai tertimpa gunung.

Dia berusaha bertahan, namun sakitnya yg hebat hanya memberinya kesempatan dua hari berselang. Allah memanggilnya dengan panggilan terindah mengakhiri hidupnya dengan halaqah-halaqah quran terus terkenang menghabiskan waktu di sisa usianya. “Ya ayyatuhan nafsul muthmainnah irji’i ila robbiki rodhiyatan mardhiyyah.”

Al-fakir Muhammad Khumaidi (Pembina SAIM Lampung)

Do’a Bersama via ZOOM

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالإيمَانِ وَلا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

اللَّهُمَّ إِنَّ فُلَانَ بْنَ فُلَانٍ فِي ذِمَّتِكَ فَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ مِنْ ذِمَّتِكَ وَحَبْلِ جِوَارِكَ فَقِهِ مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ النَّارِ وَأَنْتَ أَهْلُ الْوَفَاءِ وَالْحَمْدِ اللَّهُمَّ فَاغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْلَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا وَاكْرِمْ نُزُلَهَا وَوَسِّعْ مَدْخَلَهَا وَاغْسِلْهَا بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهَا مِنَ الْخَطَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَاَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا وَاهْلًا خَيْرًا مِنْ اَهْلِهَا وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا وَقِّهَا فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَالنَّار
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا ، وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا ، وَصَغِيرِنَا وَكَبِيرِنَا ، وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا ، اللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى الإِسْلاَمِ ، وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى الإِيمَانِ ، اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ ، وَلاَ تُضِلَّنَا بَعْدَهُ.

اللَّهُمَّ عَبْدُكَ وَابْنُ أَمَتِكَ احْتَاجَ إِلَى رَحْمَتِكَ، وَأَنْتَ غَنِيٌّ عَنْ عَذَابِهِ، فَإِنْ كَانَ مُحْسِنًا فَزِدْ فِي إِحْسَانِهِ، وَإِنْ كَانَ مُسِيئًا فَتَجَاوَزْ عَنْهُ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s